Melki Laka Lena Janji Perhatikan Sarai Di Bidang Kesehatan Keluarga

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena atau Melki Laka Lena berjanji akan memberikan perhatian bagi Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), terutama di bidang kesehatan keluarga. Pasalnya, Komisi IX akan mendorong agar ada program yang bisa memberikan edukasi bagi para generasi muda di Sabu Raijua.
Edukasi diperlukan agar bisa mengetahui tentang faktor pertumbuhan penduduk, perkawinan di usia muda, kematian akibat hamil usia muda dan manfaatnya Keluarga Berencana (KB).
Pernyataan ini dikemukakan pada kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga bersama mitra kerja BKKBN Propinsi NTT yang diselenggarakan di Gereja Pulau Patmos, Tulaika, Kecamatan Sabu Barat, Senin (27/7/20).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, Kabid Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, BKKBN Propinsi NTT, Mikhael Yance Gaimin, para pelajar SMP, SMA di Sabu Raijua, tokoh Masyarakat dan tokoh Agama.
Dia meminta anak muda Sarai menjadi anak muda unggul, berguna bagi pembangunan keluarga dan Negara. Menurutnya Indonesia akan mengalami bonus demografi, angkatan muda akan tinggi.”Indonesia bisa sukses menjadi negara maju berbekal bonus demografi tetapi akan gagal kalau semuanya tidak terencana,” katanya
Dijelaskannya, faktor pendukung kelahiran yakni kawin usia muda, tingkat kesehatan. Sementara faktor penghambat kelahiran pembatasan usia minimal untuk menikah, program KB.
Pendukung kematian menurutnya karena kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan kurang. Karena Covid-19 menjadi momentum dalam urusan kesehatan.
Dalam menjawab program BKKBN di daerah, dirinya meminta agar Posyandu yang ada di desa-desa perlu ditingkatkan baik fasilitas dan tenaga kader.
Melki sangat berharap, anak muda Sabu Raijua bisa memberikan pemikiran cerdas sehingga bisa menjadi pokok pikiran yang akan dibahas di tingkat nasional tentang program BKKBN.
Sementara Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke meminta agar sosialisasi dengan gencar tentang keluarga berencana karena pertumbuhan penduduk semakin bertamba, termasuk Sabu Raijua.”Sabu Raijua kekurangan personil penyuluhan keluarga berencana tetapi kami tidak lepas tanggungjawab. Untuk jarak kelahiran di Sabu Raijua masih terlambat,”kata dia Dirinya meminta Sosialisasi tersebut harus menjadi agen perubahan bagi semua orang yang ada di Sabu Raijua.(Penyunting)