Marianus Mau Kuru: BKKBN Tak Membatasi Kelahiran Tapi Menawarkan Keluarga Berkualitas

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana nasional ( BKKBN) Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru, S.E, MPH, mengatakan pemerintah sama sekali tidak memiliki niat sedikitpun untuk membatasi angka kelahiran anak tetapi pemerintah menginginkan sebuah keluarga berkualitas dan bahagia.

Kebahagian itu tercermin baik secara mental spiritual maupun secara ekonomi. Sebab bila secara ekonomi mampu maka sebuah keluarga akan bertumbuh kembang yang baik pula.

Pemerintah tidak ingin melihat setiap tahun ibu melahirkan tanpa jedah waktu ideal. Minimal seorang ibu membutuhkan jedah 3 tahun baru melahirkan lagi. Hal itu demi memberi ruang pemulihan bagi organ reproduksi seorang ibu paskah melahirkan. Sebab kalau setiap tahun, seorang ibu melahirkan maka pasti kondisi anak kurang sehat dan kurang terawat pula. Apalagi secara ekonomi menyedihkan. Kejadian seperti itu merupakan cikal bakal munculnya stunting di daerah ini. Pemerintah tidak ingin hal itu terus terjadi di NTT.

Karena itu momentum rapat kerja daerah program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Banggakecana) Propinsi NTT tahun 2020 yang diikuti 58 peserta dari 21 Kabupaten dan kota se-NTT yang berlangsung di Hotel Pelita Sumba Barat dan Gedung Alva Omega Waikabubak, Sumba Barat tanggal 12-13 Maret 2020 untuk bersama -sama mengevaluasi sejauhmana pelaksanaan kegiatan selama tahun 2019 dan merumuskan strategi memperbaiki dan meningkatkan program pembangunam keluarga pada tahun 2020 ini. Forum rapat kerja daerah dapat merumuskan program strategis untuk dilaksanakan pada tahun 2020 guna melahirkan generasi cerdas dan handal NTT ke depan.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana nasional Propinsi NTT, Marianus Mau Kuru, S.E, MPH menyampaikan hal itu kepada wartawan pada acara pra rapat kerja daerah (Rakerda) program pembangunan keluarga , kependudukan dan keluarga berencana (Banggakencana) yang diikuti 58 peserta dari 21 Kabupaten dan kota di hotel Pelita Sumba Barat, Kamis (12/3/2020).

Menurutnya, momemtum rapat kerja daerah ini menjadi ajang mengevaluasi kegiatan selama 2019 dan merumuskan program perbaikan dan peningkatan pada tahun 2020 ini. Semua itu dilakukan pemerinhah demi kepentingan masyarakat NTT yang lebih maju,cerdas dan handal serta sejahtera sesuai visi misi Gubernur NTT,Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H NTT bangkit menuju sejahtera .

Karena itu adalah hal sangat penting memperhatikan anak semenjak ibu hamil. Dititik itulah cikal bakal lahirnya generasi cerdas NTT. Misalnya semenjak hamil harus mendapatkan asupan makanan bergisi, pemeriksaan kesehatan yang memadai dan lain-lain. Tanpa perhatian serius maka generasi yang lahir bakal menjadi sumbangan tambahan stunting di daerah ini.

Untuk itu, ia sekali lagi mengingatkan seluruh masyarakat NTT bahwa pemerintah sama sekalin tidak memiliki keinginan membatasi jumlah kelahiran anak tetapi ingin agar keluarga yang hadir adalah keluarga berkualitas, sehat, cerdas dan bahagia.

Sumber: https://kupang.tribunnews.com/2020/03/12/marianus-mau-kuru-bkkbn-tak-membatasi-kelahiran-tapi-menawarkan-keluarga-berkualitas.

Humas Perwakilan BKKBN Provinsi NTT