Gubernur NTT Resmi Buka Rakerda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H dalam hal ini diwakili asisten ekonomi Pembangunan Setda NTT, Ir.Semuel Rebo secara resmi membuka kegiatan rapat kerja daerah program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Banggakencana) Propinsi NTT yang berlangsung di aula Alfa Omega Waikabubak, Sumba Barat, Jumat (13/3/2020).

Acara tersebut dihadiri 58 peserta dari 21 kabupaten dan kota se-NTT. Hadir pula Inspektur Inspektorat wilayah II BKKBN pusat, Drs.Endang Agus Sapri, M.M, Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi NTT, Marianus Mau Kuru, S.E, MPH, Bupati Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole dan Ketua DPRD Sumba Barat, Dominggus Ratu Come serta undangan lainnnya.
Dalam sambutannya sebagaimana dibacakan asisten bidang ekonomi pembangunan setda NTT, Ir.Semuel Rebo, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat yang telah menerima dan mendukung penyelenggaraan rapat kerja daerah Program Banggakencana Tahun 2020.

Momentum pertemuan ini merupakan kesempatan emas baginya untuk bersilahturahmi dengan seluruh pengelola program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana baik tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten dan Kota hingga di tingkat lini lapangan.

Sebagai Gubernur NTT, menyambut baik pelaksanaan rapat kerja daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi NTT tahun 2020 sebagai bagian dari siklus perencanaan manajemen program dan peletak dasar arah kebijakan dan kegiatan
tahun ini serta masa yang akan datang.

Hasil rapat kerja daerah ini sangat strategis untuk disinergikan dengan visi dan misi pemerintah provinsi NTT 2018-2023 khususnya melalui misi ke-4 yaitu “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Saat ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tengah dihadapkan dengan dua isu penting yaitu upaya penurunan kemiskinan dan penanggulangan stunting.

Salah satu program pembangunan yang pro rakyat di provinsi NTT adalah penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga yang saat ini sedang dikerjakan oleh BKKBN dan OPD keluarga berencana kabupaten dan kota se-provinsi NTT.

Menurutnya, Kemiskinan yang masih tinggi di NTT erat kaitannya dengan jumlah kelahiran yang masih tinggi khususnya pada keluarga miskin. Hal ini dapat dilihat pada indikator angka kelahiran total di provinsi NTT yang tertinggi di Indonesia yaitu 3,4 anak per wanita usia subur.

Sedangkan nasional 2,3 anak per wanita usia subur, pencapaian ini masih jauh dari target ideal yang ingin dicapai yaitu 2,1 anak per wanita usia subur.

Secara mikro, jumlah anak yang banyak pada keluarga kategori menengah kebawah akan berdampak pada kemampuan keluarga itu sendiri dalam memenuhi hak-hak dasar anak diantaranya adalah hak untuk mendapatkan gizi yang cukup, hak untuk mendapatkan kasih sayang, hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan lain-lain. Ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar dan minimnya kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan penyebab utama meningkatnya kasus stunting di daerah yang kita cintai ini.

Ia menambahkan, program KB dapat membantu menghindarkan ibu dari terlalu muda Hamil sebelum usia 21 tahun, terlalu rua Hamil diatas usia 35 tahun, terlalu dekat jarak kelahiran minimal 3 tahun dan terlalu banyak Hami lebih dari tiga kali.

Dikatakan, secara nasional tahun 2020 ini akan berlangsung kegiatan data kependudukan yaitu Sensus Penduduk (SP) dan Pendataan Keluarga (PK). Keduanya menjadi sesuatu yang penting bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi program Banggakencana dan program pembangunan lainnya.
Ketersediaan data yang akurat akan sangat bermanfaat dalam mengintervensi berbagai program pembangunan secara tepat sasaran. Dengan demikian, ia menghimbau kepada segenap Pemerintah Daerah se Provinsi NTT untuk mendukung dan menyukseskan Sensus Penduduk dan Pendataan Keluarga Tahun 2020 ini dengan sebaik-baiknya.

Sumber: https://kupang.tribunnews.com/2020/03/14/gubernur-ntt-resmi-buka-rakerda-program-pembangunan-keluarga-kependudukan-dan-keluarga-berencana.

Humas Perwakilan BKKBN Provinsi NTT