BKKBN NTT Launching Hari Keluarga. Mau Kuru: Kami Tidak Larang Kelahiran

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaunching Hari Keluarga Nasional ke-27 Tingkat Provinsi NTT, di halaman kantor perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Jumat (19/6/2020).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru, SE, MPH dalam kesempatan itu mengemukakan bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak dan dibangun berdasarkan sebuah perencanaan yang matang untuk mencapai sebuah tujuan mulia yaitu menuju keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Lanjutnya, pemerintah juga menempatkan peran keluarga sebagai sesuatu yang sangat strategis karena merupakan tempat pertama dan utama untuk mendidik anak-anak dan membangun karakter anak-anak dan keluarga.
Sehingga kalau keluarga tidak mendidik anaknya dengan baik, maka akan menghasilkan generasi yang tidak baik. Oleh karena itu berdasarkan peran keluarga yang sangat strategis ini maka pada tahun 2014 melalui Perpres Nomor 39 menetapkan hari keluarga harus diperingati setiap tanggal 29 Juni.

Marianus juga berpesan agar keluarga harus memiliki perencanaan yang matang, mulai dari rencana mau berkeluarga dan setelah menikah. “Keluarga harus dibangun dengan baik dan dengan hati. Suami istri harus memiliki satu visi dan satu pandangan bagaimana membangun keluarga dan menyukseskan anak-anak. Anak-anak harus sehat, cerdas, anak yang tidak boleh sakit-sakitan, anak harus memiliki pendidikan tinggi,” paparnya.

Marianus meminta agar keluarga menerapkan delapan fungsi keluarga dalam berumahtangga sehingga keluarga bisa bahagia dan sejaterah. Delapan fungsi itu antara lain, fungsi agama, fungsi pendidikan, fungsi sosial budaya, fungsi ekonomi, fungsi lingkungan, fungsi kasih sayang, fungsi perlindungan dan fungsi reproduksi.

“Keluarga harus merencanakan jumlah anak sesuai dengan kemampuan ekonomi dan kemampuan kesehatan reproduksi ibu. Harus jaga jarak kelahiran dan hindari empat (4) terlalu yakni seorang perempuan tidak boleh terlalu muda hamil dan melahirkan. Karena kalau perempuan melakukan hubungan seksual dibawah umur 19 tahun, akan menghasilkan potensi menderita kanker rahim pada 5 atau 10 tahun kedepan. Terlalu tua untuk melahirkan, terlalu rapat dalam melahirkan dan terlalu banyak dalam melahirkan akan berisiko pada kesehatan ibu.

Karena itu, BKKBN Selalu berupaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Angka kematian ibu dan anak di Provinsi NTT masih banyak karena pasangan usia subur di NTT masih ada dalam kondisi empat terlalu. Sehingga pihaknya akan terus berupaya untuk mensosialisasikan hal ini. Jarak kelahiran harus 3-5 tahun tidak boleh lebih cepat.

BKKBN tambahnya, juga tidak membatasi kelahiran tetapi BKKBN mengkampanyekan kepada keluarga supaya keluarga merencanakan kehidupannya dengan baik termasuk masa depan anak-anak, karena masa depan anak-anak merupakan hak asasi untuk tumbuh kembang dan pendidikan setinggi mungkin.

Momentum hari keluarga ini imbuh Marianus, agar setiap keluarga harus merefleksikan kehidupan keluarga, tercipta kebahagiaan serta kesejahteraan.

Menyusulnya, dalam 10 hari kedepan menyongsong Hari Keluarga, BKKBN melakukan kegiatan-kegiatan diantaranya kegiatan-kegiatan sosialisasi yang sasarannya ibu hamil dan balita serta kader, supaya bisa singkron dengan 1000 hari kehidupan pertama dan meminimalisir stunting.

Dan selama COVID-19, dia meminta agar tidak boleh hamil dulu, karena hamil itu resikonya besar. Jika ibu hamil kondisi fisiknya melemah, bisa terjangkit virus corona.

BKKBN juga melakukan 1001 cara dalam gerakan 10.000 akseptor setiap bulan. Sementara secara nosional gerakan sejuta akseptor. Pihaknya padukan dan melayani serentak pada 29 Juni mendatang.

“Tetapi masih COVID-19, sehingga pelayanan tidak dikumpulkan pada satu titik, tetapi disiapkan setiap layanan di fasilitas kesehatan masing-masing yakni rumah sakit, Puskesmas, Pustu, Posyandu, dokter praktek dan bidan praktek.

Pada kesempatan itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru membacakan puisi yang dibuatnya sendiri dalam momentum memperingati hari keluarga Nasional dengan judul ” Keluarga Labuhan Terindah Setiap Insan”.

Keluarga dibentuk atas kesepakatan dua insan anak manusia, awalnya berbedah dalam pandangan dan keinginan akhirnya menyatu dalam satu cinta daj satu cita menjadi kas8h yang tiada mengenal batas dan ruang.

Melakukan perencanaan dalam perjalanan panjang menapaki perbedaan, meramu dalam kebersamaan memutuskan untuk hidup menyatu dalam sebuah perkawinan suci.

Kita tidak lagi dua dalam perbedaan melainkan telah menjadi satu dalam kesamaan, kita telah menjadi ayah dan ibu demi buah hati yang dianugerakan sang pencipta.

Perkawinan suci yang telah mengikat tidak boleh diceraikan oleh siapapun hanya maut yang boleh memisahkan jika saat kehendak ilahi datang.

Saat melewati waktu bersama dalam suka aneka cerita saat ada canda dan tawa menyatu kebahagian terasa ada dalam sukma meski terkadang tangisanpun datang tak dapat meretakan kebersamaan.

Tak ada yang terlewatkan sepanjang hidup keluarga bersama dalam bahagia saling mengenal tanpa penyekat untuk lebih memahami yang terdetak.

Mungkin kesibukan sering menyelimuti membuat terlupa untuk berbagi rasa memang saling tetap memperhatikan meskipun sering kurang dalam kedekatan.

Lalu di akhir pekan menjadi saat pemulihan diri dalam kebersamaan agar setiap anggota makin rekat dalam kasih pengikat rasa keluarga.

Terdengar senandung lagu sukacita juga saat cerita pergumulan terbagikan pun acara bermain harus tercipta meski sederhana dan lucu asal ada sukacita dalam kebersamaan.

Keluarga adalah tempat abadi labuan anggota terindah rasa keluarga sebagai harta yang paling indah tempat utama bangun karakter yang harus dirawat sepanjang masa.

Menjadikan meja makan sebagai perjamuan keluarga tiada kebersamaan dan sukacita membangun dialog penuh rasa,cinta keluarga selalu terpatri dalam sanubari setiap anggota.

Menutup hari dengan doa bersama tanda syukur kepada sang ilahi sebagai perlindungan dan andalan hidup yang memberikan segalanya bagi keluarga.