BKKBN NTT Laksanakan Pra Rakerda Di Sumba Barat, Pendataan Bisa Pakai Dana Desa

BKKBN Provinsi NTT Melaksanakan Pra Rakerda Di Kabupaten Sumba Barat, kegiatan yang melibatkan seluruh perwakilan dari 21 Kabupaten/kota itu diselenggarakan di Hotel Pelita Waikabubak sejak tanggal 11 sd 14 Maret 2020.

Perwakilan BKKBN Kabupaten/kota itu diikuti 58 peserta.

Kepala Perwakilan BKKBN NTT, Marianus Mau Kuru mengatakan pelaksanaan pendataan keluarga di tahun 2020 ini memiliki banyak fungsi. Selain untuk mengetahui jumlah penduduk, pendataan ini juga akan memungkinkan para pengambil kebijakan tidak salah dalam memberikan bantuan peningkatan kesehatan keluarga.

Malah, ia mendorong dalam pendataan nanti bisa menggunakan dana desa.

“Untuk anggarannya kita bisa cari jalan lain. Saya sudah bicara dengan Pak Gubernur dan kepala desa agar kita bisa gunakan dana desa. Foto kopi formulirnya, kita data secara manual. Kami BKKBN bantu olah. Kita buatkan peta daerah mana yang programnya rendah kita beri tanda merah untuk kemudian diperhatikan oleh desa sesuai sasaran yang ada. Kami BKKBN sudah putuskan kami langsung pada desa,” tambahnya.

Banyak peserta mengacungkan tangan saat sesi tanya jawab misalnya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana SBD, Daud Umbu Moto.

Saat itu, Daud meminta pendataan penduduk yang telah direncanakan bisa dilakukan dengan pola yang benar dari rumah ke rumah dengan mempercayakan pihak BKKBN sebagai medianya.

“Kami di SBD pernah melakukan pendataan semacam itu dan hasilnya banyak data kita yang tidak valid saat dibawa ke provinsi. Sehingga di kesempatan ini saya minta kalau bisa pendataan dari rumah ke rumah saja karena itu datanya lebih valid,” katanya.

Meski rata-rata peserta mengamini pola pendataaan yang ditawarkan namun masih ada peserta yang melihat mekanisme dengan pendataan semacam itu punya kendala jika diterapkan di daerahnya seperti yang disampaikan oleh KPL OPD KB Rote Ndao, Daud Daniel Bessie.

Menurutnya, salah satu kendala karena belum semua desa di NTT mendapat akses jaringan internet.

Humas BKKBN Perwakilan NTT.