BKKBN NTT Gelar Pemanduan Perencanaan Program, Sukseskan KKBPK

Dalam rangka mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 program kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), kepala perwakilan BKKBN menggelar pemaduan perencanaan program dan anggaran KKBPK tingkat Provinsi NTT dan Kabupaten/Kota (Korenda) tahun 2020.

Kegiatan tersebut diikuti 21 Kabupaten dan Kota dengan jumlah 58 peserta yang berasal dari OPD Provinsi, OPD-KB dan perwakilan BKKBN dan mulai berlangsung pada Rabu-Sabtu (11-14/03/2020) di hotel Pelita Waikabubak Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Direktur Pelaporan dan Statistik BKKBN pusat, Rudi Rudiman pada kesempatan itu membawakan materi tentang penguatan sistem informasi melalui pendataan keluarga tahun 2020. dan dilanjutkan dengan sesi berikutnya yaitu sesi tanya jawab.

Pada sesi tanya jawab, beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan dan salah satunya yaitu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Daud Umbu Moto.

Daud menginginkan agar proses pendataan yang dilakukan harus dari rumah ke rumah dan dipercayakan BKKBN yang menjalankan.

“Jika pendataanya tidak dilakukan dari rumah ke rumah maka data yang diperoleh tidak akan valid, dan kami di SBD juga melakukan pendataan seperti itu dan buktinya banyak data tidak valid ketika dibawakan ke provinsi. Sehingga dengan kesempatan ini saya menyampaikan kalau bisa agar pendataanya harus dari rumah ke rumah agar dapat data yang sesuai,” katanya.

Sementara, Direktur pelaporan dan BKKBN pusat, Rudi Rudiman mengatakan bahwa pendataan keluarga di tahun 2015 berbeda dengan tahun 2020.

“Untuk dapat dibedakan maka kita melihat dari variabel, dimana variabel tahun 2015 menggunakan 47 variabel sedangkan di 2020 menggunakan 55 variabel dengan basis data PUS by name by address sebagai peta kerja untuk intervensi program KKBPK dan program pembangunan yang lainya sekaligus mengukur RPJMN 2020-2024,” ucapnya.

Sedangkan Kepala Perwakilan BKKBN NTT Marianus Mau Kuru dalam kesempatan yang sama mengatakan,
dalam kegiatan pra rakerda BKKBN, jadikan forum ini sebagai evaluasi tentang kegiatan yang sudah dilakukan di tahun 2019.

“Membahas persoalan apa yang timbul ketika kita melaksanakan program di tahun 2019 serta kita menyusun strategi operasional untuk tahun 2020 supaya masalah yang masih terjadi pada tahun 2019 harus diselesaikan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Kuru.

Ditambahkan Kuru, dirinya berharap agar KB bisa sukses, kalau KB gagal maka akan berdampak banyak sektor kemanusiaan.

“Untuk itu kita mengharapkan KB bisa sukses maka anak akan sehat, ibu sehat dan cerdas, pintar serta gisi buruk hilang manusia yang dilahirkan juga akan berkualitas,” tambahnya.