Depan > Index Berita > Forum Pertemuan Koordinasi Kemitraan KSPK Tingkat Kabupaten Belu
Forum Pertemuan Koordinasi Kemitraan KSPK Tingkat Kabupaten Belu
Senin, 6 Maret 2017
Kupang - Kondisi kependudukan saat ini baik dalam arti kuantitas (jumlah) dan kualitas maupun persebaran merupakan tantangan yang berat bagi pembangunan bangsa Indonesia. Demikian disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Belu, Ir. Yerem Kali Taek, dalam acara pembukaan kegiatan Forum Pertemuan Koordinasi Kemitraan KSPK tingkat Kabupaten Belu, dan dihadiri pula oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Belu, yang berlangsung di Hotel Timor – Atambua. (28/02/2017).

Beliau menambahkan, kemitraan antara BKKBN dan para pemangku kepentingan serta mitra kerja telah memberikan kontribusi yang besar. Keberhasilan Program KKBPK tidak ditentukan oleh BKKBN saja karena itu, dibutuhkan dukungan komitmen, kepedulian tinggi, partisipasi, dan kerja sama dari para pemangku kepentingan dan mitra kerja diseluruh tingkatan wilayah.

Salah satu bentuk upaya nyata yang dilaksanakan dilapangan  dalam kemitraan adalah dukungan Pengembangan  Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL),  Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS),  selain itu Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas Program KKBPK di lini lapangan serta bentuk intervensi kegiatan dan program lintas sektor. Oleh karena itu peran serta mitra kerja sangat penting dalam mendukung keberhasilan operasional Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga.

Program pembangunan keluarga melalui wadah kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL) dan UPPKS  dilapangan sangat mendesak  penanganannya sehingga  memerlukan koordinasi antar lembaga dan lini lapangan. Untuk itu, peran strategis para mitra dalam program tetap harus dikedepankan, karena bagaimanapun mitra kerja telah berperan aktif dalam memberikan kontribusi yang nyata dalam pencapaian program KKBPK.

Ditambahkan pula oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT disela-sela penyajian materinya, bahwa Provinsi NTT dari berbagai indikator pencapaian yang ada masih ketinggalan dibandingkan provinsi lain. Oleh karena itu dalam konsep pembangunan, yang perlu ditata adalah masalah kependudukan, selain itu perlu ditanamkan nilai-nilai pendidikan karakter mulai dari keluarga dengan menerapkan fungsi-fungsi keluarga, karena keluarga merupakan kunci utama dalam membangun karakter anak bangsa.

Kegiatan pertemuan koordinasi kemitraan bidang KSPK ini dihadiri oleh peserta sebanyak 40 orang yang terdiri dari unsur OPD KB Kabupaten Belu, instansi terkait diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi, TP. PKK Kabupaten Belu, perwakilan lintas agama (Paroki Atambua, Pendeta, PHDI, dan Perwakilan Agama Muslim), pemerintah desa (Kepala Desa) dan PLKB/PKB, serta turut menjadi narasumber dalam kegiatan dimaksud, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT dan Pejabat Administrator pada Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Belu tentang segmentasi wilayah sasaran garapan POKTAN yang masih rendah dari beberapa indikator capaian yang ada.

Adapun kegiatan ini menghasilkan beberapa rumusan kesepakatan sebagai bentuk rencana tindaklanjut dalam implementasi Program KKBPK di lapangan diantaranya; (1) Perlu penguatan kemitraan, koordinasi dengan lintas agama, instansi terkait, dan mitra lainnya dalam pengembangan program KKBPK; (2) Meningkatkan fungsi control dan pendampingan oleh tenaga pendamping dan mitra lainnya dalam pengembangan wadah kelompok kegiatan (POKTAN); (3) Implementasi PERDA penyelenggaraan Pendidikan Nomor 12 Tahun 2013 tentang PAUD HI  ditingkat Desa/Kelurahan sampai dengan Kabupaten/Kota; (4) Pembenahan databasis POKTAN by name by address; (5) Komitmen tentang penyelenggaraan dan pembiayaan kelompok kegiatan (POKTAN) menjadi program prioritas ditingkat desa/kelurahan; (6) Intervensi dan fasilitasi program dan kegiatan bersama lintas sector di kampung KB. *Alf