Depan > Index Berita > MEMBANGUN DESA BERSAMA MASYARAKAT MELALUI KAMPUNG KB
MEMBANGUN DESA BERSAMA MASYARAKAT MELALUI KAMPUNG KB
Jumat, 17 Februari 2017

foto berita latbang 17 februari.jpg

Kupang – Salah satu tujuan dari pembangunan desa adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Pembangunan desa diserahkan untuk penguatan desa dan masyarakatnya, serta pengembangan pedesaaan berkelanjutan dan memiliki ketahahan sosial, ekonomi serta mendorong keterkaitan di desa – desa. Ada beberapa kegiatan dalam pengelolaan program KKBPK yang dapat diperankan oleh kepala Desa, Lurah dan kader diantaranya, melakukan KIE, penyuluhan dan konseling. Sehubungan dengan itu, untuk meningkatkan kemampuan kepala Desa, Lurah dan Kader dalam menyiapkan Kampung Keluarga Berencana maka Perwakilan BKKBN Provinsi NTT di dukung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi NTT, melaksanakan kegiatan Pelatihan Program KKBPK bagi pengelola Kampung Keluarga Berencana bagi mitra kerja  ( Kepala Desa, Lurah, PPKBD/Sub PPKBD dan PLKB) angkatan Pertama tanggal 17 – 20 Februari 2017, bertempat di Aula Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Jl. S.K. Lerik Kelapa Lima Kupang. Tujuan pelatihan ini, untuk dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap para kepala Desa/Lurah, PPKBD, PLKB dalam pengelolaan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di tk. Desa.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Kresaputra, SH.,M.Si menyampaikan tentang konsep pembangunan dimana membangun manusia itu sangat penting bukan hanya membangun fisik dan infrastruktur saja  dan itu sudah diingatkan dari pendiri Negara ini Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno mengatakan, kalau Negara ini tidak dibangun karakter manusianya maka bangsa ini akan menjadi bangsa kuli. Membangun karakter berarti yang dibangun adalah manusianya yang diawali dari persiapan berkeluarga. Dan itu yang kita harus kerjakan. Salah satu Program yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui BKKBN yakni Program GenRe merupakan program dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja sehingga mereka mampu menyelesaikan pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan dengan baik, dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi. Untuk bapak – ibu Desa / Lurah dan Kader saya harapkan agar di wilayah bapak / ibu  tidak boleh ada 2 balita dalam satu keluarga, mari kita bersama – sama mengajak para Peserta Usia Subur agar dapat mengatur jarak kelahiran” imbuh beliau.

Berkaitan dengan kampung KB adalah perintah langsung Presiden RI Ir. Joko Widodo yang dipriorotaskan untuk daerah – daerah tertinggal, desa pinggiran dan perbatasan agar cepat setara dengan desa / kelurahan lain. Dalam pembangunannya kita bersama – sama terintegrasi dengan instansi - instansi terkait mengkaji desa mana yang akan menjadi kampung KB dengan melihat data apa yang dibutuhkan di desa tersebut. Tetapi program KKBPK harus didahulukan. Saya mohon agar PLKB bersama Kepala Desa / Lurah dan kader PPKBD mendata dengan baik dan benar data yang berkaitan dengan pencapaian program KKBPK di wilayah bapak / ibu baik dari program BKB, BKR, BKL, GenRe, PUS, Peserta KB Baru, Peserta KB Aktif dan data lainnya. Kalau datanya tidak ada, orang akan bingung apa yang akan mereka kerjakan di desa tersebut. harus ada polesan yang menunjukan simbol – simbol kampung KB. Kepada kepala desa / Lurah saya harap bantuan desa juga harus mendukung program KKBPK, data benar dan harus akurat jumlah penduduk yang ada di setiap wilayah, dan ajak bapa mama yang belum mengikuti KB agar mereka mau mengikuti KB,” Tambah Kresaputra

Kegiatan ini diikuti oleh 11 orang Kepala Desa/Lurah, PLKB 12 Orang dan Kader PPKBD 12 orang dari 3 kabupaten yakni Kab. TTU, Belu dan Malaka. Turut hadir  dalam acara pembukaan para pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi NTT. *Alf​